Hanumän menolak untuk pergi ke Hastinäpura_Sri brhad Bhagavatamrta
Hanumän menolak untuk pergi ke Hastinäpura çré-närada uväca äù kim uktam ayodhyäyäm iti vaikuëöhato ’pi na uttiñöhottiñöha tat tatra gacchävaù satvaraà sakhe çré-näradaù uväca-Çré Närada berkata; äù-ah; kim-apa; uktam-berkata; ayodhyäyäm-di Ayodhyä; iti-dengan demikian; vaikuëöhataù-dari pada Vaikuëöha; api-bahkan; na-tidak; uttiñöha uttiñöha-bangunlah, bangunlah; tat-karena itu; tatra-sana; gacchävaù-kita harus pergi; satvaram-segera; sakhe-teman saya. çré närada berkata: Ah, apa yang kau katakan? Sesuatu yang tidak terlihat di Ayodhyä? Itu tidak terlihat bahkan di Vaikuëöha! Bangunlah, bangunlah, kawan! Kita harus segera pergi ke sana. Çréla Sanätana Gosvämé berkomentar bahwa Närada siap untuk pergi ke Dvärakä atau ke ibukota Päëòavas, Hastinäpura. Keduanya adalah tujuan yang sama baiknya. Dengan kata seru äù, Närada menyuarakan kesedihannya karena tidak melihat kemegahan seperti itu di Ayodhyä atau Vaikuëöha, dan dengan permintaan...