Apa itu Bhagavad gita?
Bhagavad-gita
Gita berarti “lagu,” dan bhagavad mengacu pada “Tuhan, pemilik (vat) segala kemewahan (bhaga).” Oleh karena itu, Bhagavadgita adalah “Nyanyian Yang Maha Kaya” yang mewujudkan ajaran Sri Krishna
karya ini datang kepada kita dalam bentuk dialog antara Shri Krishna dan prajurit pangeran Arjuna tepat sebelum dimulainya perang Mahabharata yang menghancurkan.
Arjuna, mengesampingkan tugasnya “sebagai seorang kshatriya (pejuang), memutuskan untuk tidak berperang. Keputusan ini dilatarbelakangi oleh alasan pribadi: sanak saudara dan gurunya berada di pasukan lawan.
Krishna, yang telah setuju untuk menjadi pengemudi kereta Arjuna, melihat teman dan penyembahnya dalam ilusi, dilumpuhkan oleh ketakutan bahwa ia harus membunuh kerabatnya dan teman-teman. Karena merasa kasihan, Krishna dengan penuh semangat mengingatkan Arjuna akan kewajiban sosial langsungnya (varna-dharma) sebagai pejuang yang menjadi sandaran manusia, dan, yang lebih penting, kewajiban keagamaannya (sanatan-dharma) sebagai entitas spiritual abadi dalam hubungan dengan Tuhan. Relevansi dan universalitas ajaran Krishna melampaui latar belakang sejarah dilema medan perang yang dihadapi Arjuna.
Dialog bergerak melalui serangkaian pertanyaan dan jawaban yang menjelaskan konsep-konsep metafisik seperti perbedaan antara tubuh/jiwa (materi/roh), prinsip tindakan tidak terikat, keutamaan disiplin (yoga) dan meditasi, dan tempat pengetahuan ( jyana) dan pengabdian (bhakti). Krishna mengajarkan bahwa kesempurnaan bukan terletak pada penolakan terhadap dunia, melainkan pada penolakan terhadap keduniawian dalam tindakan yang disiplin (karma-yoga), dilakukan tanpa keterikatan pada hasil (karma-phala-tyaga).
Krishna memperlihatkan kepada Arjuna Wujud Alam Semesta-Nya, yang mencakup segala sesuatu yang ada, kemudian wujud mistik Wisnu yang berlengan empat, dan terakhir wujud asli-Nya yang berlengan dua. Dia menjelaskan berbagai perwujudan-Nya, seperti Brahman, Paramatma, dan Bhagawan (Silahkan dalami Hal ini dalam Bhagavad Gita mengenai subjek ini), dan pada akhirnya mengungkapkan bahwa ciri pribadi-Nya melampaui aspek-aspek impersonal-Nya. .
Krishna menjelaskan tiga sifat alam material—kebaikan, nafsu, dan kebodohan—menunjukkan bagaimana pemahaman tentang ketiga sifat ini, bersama dengan pengetahuan tentang sifat-sifat ketuhanan dan sifat jahat, dapat menuntun pada pencerahan. Dia menjelaskan berbagai jenis pembebasan dan keutamaan berserah diri kepada-Nya dengan hati yang penuh pengabdian.
APA ITU DHARMA?
Konsep dharma (yang secara harafiah berarti “kewajiban adalah hal mendasar dalam Bhagavad-gita. Kata pertama dalam Bhagavad-gita adalah dharma, dan kata terakhir adalah mama (“milikku”, “milikku”). Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa semua ajaran yang ditemukan di antara kedua kata ini adalah “kewajiban saya.” Dengan kata lain, ini adalah kewajiban setiap orang. Meskipun banyak sarjana setuju bahwa “kewajiban” adalah terjemahan yang dapat diterima dari dharma Sansekerta, istilah ini sulit untuk diterjemahkan. Kata ini digunakan untuk merujuk pada agama, religiusitas biasa, tugas suci, kebajikan, tatanan kosmis, dan sebagainya. Secara etimologis, kata ini berasal dari kata kerja dhri, yang berarti “memegang,” dan lebih khusus lagi, “yang menyatukan segala sesuatu.” ." Segala sesuatu disatukan oleh kualitas-kualitas esensialnya. Dharma juga dipandang sebagai "inti dari sesuatu yang diberikan," atau "sifat yang melekat pada suatu benda." - Dharma air adalah basah. Dharma madu adalah manisnya. Dan, menurut para Waisnawa, dharma jiwa adalah pelayanan kepada Krishna dalam cinta dan pengabdian.
Komentar
Posting Komentar