Manfaat melakukan Bhakti
Manfaat melakukan Bhakti
Keterlibatan abadi dalam bhakti-rasa ini dapat dipahami oleh siswa yang serius setelah mempelajari Manisnya Rasa Bhakti / Nektar Pengabdian. Penerapan bhakti-rasa, atau kesadaran Kṛṣṇa, akan segera membawa seseorang menuju kehidupan yang baik, bebas dari kecemasan, dan akan memberkati seseorang dengan keberadaan rohani, sehingga mengurangi nilai pembebasan. Bhakti-rasa sendiri sudah cukup untuk menimbulkan perasaan pembebasan, karena ia menarik perhatian Tuhan Yang Maha Esa, Kṛṣṇa.
Umumnya, para penyembah baru sangat ingin bertemu Kṛṣṇa, atau Tuhan, namun Tuhan tidak dapat dilihat atau diketahui dengan indera kita yang tumpul secara material. Proses bhakti sebagaimana dianjurkan dalam Manisnya Rasa Bhakti/ Nektar Bhakti akan secara bertahap mengangkat seseorang dari kondisi kehidupan material ke status spiritual, yang mana penyembahnya akan disucikan dari segala sebutan. Indera-indera kemudian menjadi tidak tercemar, karena terus-menerus berhubungan dengan bhakti-rasa. Apabila indera-indera yang telah disucikan digunakan dalam bhakti kepada Tuhan, seseorang menjadi mantap dalam kehidupan bhakti-rasa, dan perbuatan apa pun yang dilakukan demi kepuasan Kṛṣṇa dalam tahap kehidupan bhakti-rasa transendental ini dapat dinikmati selamanya, Bila seseorang menekuni hal tersebut. dalam bhakti, segala jenis rasa, atau rasa lembut, berubah menjadi keabadian. Pada mulanya seseorang dilatih menurut prinsip-prinsip peraturan di bawah bimbingan acarya, atau guru kerohanian, dan lambat laun, bila seseorang sudah luhur, bhakti otomatis menjadi keinginan yang spontan dan spontan untuk mengabdi kepada Kṛṣṇa. Ada dua belas jenis rasa, yang dijelaskan dalam Manisnya Rasa Bhakti/Nektar Bhakti, dan dengan memperbarui hubungan kita dengan Kṛṣṇa dalam lima rasa utama, kita dapat hidup kekal dalam pengetahuan penuh dan kebahagiaan.
Prinsip dasar dari kondisi kehidupan adalah kita memiliki kecenderungan umum untuk mencintai seseorang. Tidak ada seorang pun yang bisa hidup tanpa mencintai orang lain. Kecenderungan ini ada pada setiap makhluk hidup. Bahkan seekor binatang seperti harimau pun memiliki kecenderungan mencintai ini setidaknya dalam tahap tidak aktif, dan kecenderungan ini tentunya juga terdapat pada manusia. Namun yang hilang adalah di mana harus meletakkan cinta kita agar semua orang bisa bahagia. Saat ini masyarakat manusia mengajarkan seseorang untuk mencintai negaranya atau keluarganya atau dirinya sendiri, namun tidak ada informasi di mana harus meletakkan kecenderungan cinta kasih sehingga setiap orang bisa menjadi bahagia. Titik yang hilang itu adalah Kṛṣṇa, dan Manisnya Rasa Bhakti mengajari kita cara merangsang cinta kasih kita yang semula kepada Kṛṣṇa dan bagaimana menempatkan diri pada posisi di mana kita dapat menikmati kehidupan yang penuh kebahagiaan.
Pada tahap awal, seorang anak mencintai orang tuanya, kemudian saudara-saudaranya, dan seiring bertambahnya usia, ia mulai mencintai keluarganya, masyarakat, komunitas, negara, bangsa, atau bahkan seluruh masyarakat manusia. Namun kecenderungan mencintai tidak terpuaskan bahkan dengan mencintai seluruh masyarakat manusia, kecenderungan mencintai itu tetap terpenuhi secara tidak sempurna sampai kita mengetahui siapa yang paling dicintai. Cinta kasih kita hanya dapat dipuaskan sepenuhnya bila cinta itu bersemayam di dalam Kṛṣṇa. Tema ini merupakan intisari dan inti dari Manisnya Rasa Bhakti/Nektar Bhakti, yang mengajarkan kita bagaimana mencintai Kṛṣṇa dalam lima mellow transendental yang berbeda.
Buku Bhakti seni cinta yang mendalam
Komentar
Posting Komentar