Mangalacarana 8 Sri Brhad-Bhagavatamrta
namah sri-krsna-candraya
nirupadhi-krpa-krte
yah sri-caitanya-rupo 'bhut
tanvan prema-rasam kalau
namah—sujud: Sri-krsna-candraya—kepada — Sri Krsna-candra: nirupadhi—tanpa syarat: krpa—pengasih, krte—kepada pemberi : yah — yang: Sri-caitanya—dari Sri Caitanya Mahaprabhu: rupah—dalam bentuk: abhut—muncul, tanvan—menyalurkan, prema-rasam—rasa cinta murni: kalau—di zaman modern ini.
Aku bersujud kepada Sri Krsna-candra, pemberi karunia tanpa syarat. Di zaman modern Dia telah menampakkan diri sebagai Sri Caitanya Mahaprabhumenyebarkan rasa cinta yang murni.
Untuk mengakhiri doa mangalacarana-nya, Srila Sanatana Gosvami memberikan penghormatan kepada Arca yang dipujanya, Sri Caitanya Mahaprabhu, guru spiritual pertama dari Gaudiya Vaisnava sampradaya. Sri Caitanya menyalurkan karunia-Nya yang tanpa sebab kepada semua makhluk hidup, baik mereka layak mendapatkannya atau tidak. Dia mendistribusikan rasa rasa, pertukaran emosi yang intim antara Tuhan dan para penyembah-Nya, komoditas paling langka di dunia spiritual. Sangat sedikit orang di dunia material yang mengetahui apa itu rasa. Di antara beragam rasa di dunia spiritual, rasa yang ditemukan di kaki padma Caitanya Mahaprabhu adalah yang paling berharga dan indah. Oleh karena itu, akan sangat sulit bagi siapa pun di dunia modern untuk mendapatkannya. Namun Sri Caitanya, yang sangat welas asih, memberikan rasa ini kepada jiwa-jiwa yang terikat dan tidak mau menghargai. Orang yang cerdas dan beruntung akan menerima karunia-Nya, dengan sukarela menjalankan misi Sankirtana-Nya.
bhagavad-bhakti-sastranam
ayam sirasya sangrahah
anubhutasya caitanya
deve tat-priya-rapatah
bhagavat-bhakti-sastranam—kitab suci yang mengajarkan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa: ayam—ini: sarasya—hakikat: sangrahah—kumpulan: anubhatasya—yang (hakikatnya) diwujudkan: caitanya-deve—di bawah naungan Sri Caitanya Mahaprabhu: tat—Nya: priya—dari penyembah terkasih, rapatah—Sri Rupa.
Buku ini mengumpulkan intisari kitab suci yang mengajarkan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran penting ini telah saya wujudkan secara pribadi di bawah naungan Sri Caitanya Mahaprabhu. Saya menerimanya dari pemuja tersayang Sri Rupa.
Setelah memuji Sri Krsna, para penyembah terbaik-Nya, tempat tinggal pribadi-Nya, dan bhakti-Nya, Srila Sanatana Gosvami kini memperkenalkan tema bukunya. Sri Brhad-bhagavatamrta bukanlah fiksi spekulatif atau fantasi. Ia bersifat otoritatif karena ia menyaring dari kepustakaan Veda ajaran-ajaran penting yang menggambarkan ilmu pengetahuan murni dalam memberikan pelayanan cinta kasih kepada Personalitas Yang Maha Esa. Sri Brhad-bhagavatamrta terkadang mengutip teks kitab suci secara langsung, terkadang menjalin frasa dan kata-kata tertentu, dan terkadang memparafrasekan untuk mengungkapkan gagasan kitab suci.
Penulisnya, Srila Sanatana Gosvami, seorang penyembah murni yang tidak memiliki motif material, telah merealisasikan sepenuhnya ilmu prema-bhakti. Ia dengan piawai membentuk penyajiannya dalam puisi yang elegan, transparan, tanpa pemaksaan yang berlebihan. Dalam upaya menerjemahkan dan menjelaskan karya besar ini dalam bahasa Inggris, dan dalam upaya memahaminya dengan baik, kami hanya dapat berdoa kepada Srila Sanatana Gosvami memohon kekuatan spiritual untuk melaksanakan dengan itikad baik tanggung jawab kami masing-masing sebagai penerjemah dan pembaca.
Bagaimana Srila Sanatana mampu mengumpulkan inti dari banyak kitab suci dalam satu judul! Selama bertahun-tahun dia dengan tekun menyibukkan pikirannya dalam mempelajari banyak kitab suci dan menyibukkan hatinya dalam meditasi bhakti. Beliau melakukan penelitian luar dan dalam ini di bawah bimbingan welas asih dan perlindungan kesadaran Ilahi (caitanya-deva), penjelmaan Kṛṣṇa sebagai Roh Yang Utama, Sri Vasudeva. Srila Sanatana Gosvami menyerap sepenuhnya karunia Tuhan Vasudeva dengan bermeditasi kepada-Nya dan secara aktif melayani-Nya dalam kegiatan transendental-Nya sebagai Pribadi Yang Paling Utama, Sri Krsna, Nanda-nandana, yang senang memainkan seruling-Nya dan yang tubuhnya menawan membungkuk di tiga tempat. Atas karunia Sri Kṛṣṇa yang tanpa sebab, seseorang dapat dengan berhasil memusatkan perhatiannya kepada Dis dan dengan penglihatan yang lebih tinggi dapat melihat sendiri maksud dari semua pengetahuan yang diwahyukan.
Pemahaman alternatif dan lebih rahasia mengenai caitanya-deve dan tat-priya-rapatah adalah bahwa Sri Krsna kini sedang melaksanakan misi Sankirtana-Nya sebagai putra Sacidevi. Seseorang memperoleh karunia-Nya yang sempurna dengan bermeditasi secara intens pada wujud emas-Nya yang sangat menarik (priyarupa), yang dibalut dengan oren dari seorang sannyasi. Atau tat-priya-rapatah bisa merujuk pada Sri Rupa Gosvami, hamba Sri Caitanya yang sangat disayangi dan rekan kerja bakti Sri Sanatana. Meskipun Sri Rupa menganggap kakak laki-lakinya, Sanatana, sebagai guru spiritualnya, disini Srila Sanatana memuji Rupa karena membantunya menemukan jalan prema-bhakti. Seseorang dapat memastikan hakikat kebenaran spiritual hanya melalui rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan para penyembah-Nya yang murni.
Sejarah kuno buku ini
Komentar
Posting Komentar