Närada ingin mengunjungi Vaikunta_Sri Brhad Bhagavatamrta

 Närada ingin mengunjungi Vaikunta

çré-parékñid uväca 
tataù parama-harñeëa 
kñobhitätmälapan muniù 
jaya çré-kamalä-känta 
he vaikuëöha-pate hare 

çré-parékñit uväca-Çré Parékñit berkata; tataù-kemudian; parama-harñeëa-dengan kegembiraan yang luar biasa; kñobhita-gelisah; ätmä-pikirannya; älapan-berseru-seru; muniù-sang bijak; jaya-kemuliaan bagi-Mu; çré-kamalä-känta-Suami dari dewi Kamalä; he vaikuëöha-pate-O Tuhan Vaikuëöha; hare-O Hari.

çré parékñit berkata: Kemudian orang bijak tersebut, pikirannya bergetar dengan kegembiraan yang luar biasa, berseru, "Maha Suci Engkau, wahai suami dewi Kamalä, wahai Hari, Penguasa Vaikuëöha! 

jaya vaikuëöha-loketi 
tatratyä jayateti ca 
jaya kåñëa-priye padme 
vaikuëöhädhéçvaréty api 

jaya-kemuliaan bagimu; vaikuëöha-loka-O Vaikuëöha-loka; iti-jadi; tatratyäù-O mereka yang tinggal di sana; jayata-kemuliaan bagimu; iti-jadi; ca-dan; jaya-kemuliaan; kåñëa-priye-O yang dicintai oleh Kåñëa; padme-Padmä; vaikuëöha-adhéçvari-Dewi yang mengetuai Vaikuëöha; iti-jadi; api-jadi.


“Kemuliaan bagimu, wahai alam Vaikuëöha! Maha Suci bagi semua yang tinggal di sana! Dan kemuliaan bagimu, oh Padmä, kekasih Sri Kåñëa, oh dewi pemimpin Vaikuëöha!" 
Setelah mendengar uraian Dewa Çiva dan Pärvaté tentang kemuliaan Vaikuëöha, para penghuninya, dan dewi pemimpinnya, Närada diliputi rasa gembira. Walaupun saat ini Pribadi Tertinggi sedang berada di bumi di Dvärakä, Närada lupa akan hal ini dan ingin segera pergi ke Vaikuëöha. Mengekspresikan ekstasi-nya, pertama-tama ia memuji Sri Näräyaëa, kemudian kerajaan-Nya dan para penghuninya, dan yang terakhir adalah penyembah terbesar di Vaikuëöha, Çré Mahä-lakñmé.

athäbhinandanäyäsyä 
vaikuëöhe gantum utthitaù 
abhipretya hareëoktaù 
kare dhåtvä nivärya saù 

atha-kemudian; abhinandanäya-untuk tujuan memberikan penghormatan; asyäù-kepadanya; vaikuëöhe-kepada Vaikuëöha; gantum-untuk pergi mengunjungi; utthitaù-setelah berdiri; abhipretya-diperhatikan; hareëa-oleh Dewa Çiva; uktaù-diberi tahu; kare-di pegang; dhåtvä-di pegang; nivärya-di hentikan; saù-dia.

Kemudian, karena ingin mengunjungi Vaikuëöha dan secara pribadi memberikan penghormatan kepada dewi keberuntungan, Närada berdiri. Melihat hal ini, Dewa Çiva memegang tangannya untuk menghentikannya. Dewa Çiva kemudian berbicara. 
Dari kata-kata yang diucapkan Närada dan dari cara dia mengarahkan pandangannya ke atas, Dewa Çiva dapat memahami bahwa Närada bermaksud untuk mengunjungi Vaikuëöha dan secara pribadi mempersembahkan penghormatan kepada dewi Mahä-lakñmé. Tetapi dengan melakukan hal ini, Närada akan mengabaikan kesempatan yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vasthu ( Vastushastra) adalah Sumber Feng Sui

Niti-Sastra ungkapan dari Canakya dan Hitopadesa Satsvarupa dasa Goswami dikutip oleh Srila Prabhupada

Bhagavatam Itu isinya tentang apa?