MAKNA Hidup Bukanlah Sebuah Kisah
MAKNA Hidup Bukanlah Sebuah Kisah
Siapakah aku? Apa yang harus aku lakukan dalam hidup? Apakah makna hidup ini? Manusia sudah mengajukan pertanyaan pertanyaan itu sejak entah kapan, Setiap generasi membutuhkan jawaban yang baru karena apa yang kita ketahui dan tidak ketahul terus berubah. Dengan segala yang kita ketahui dan tidak ketahui mengenai sains, politik, dan agama, apakah jawaban terbaik yang kita bisa berikan hari ini?
Jawaban seperti apa yang diharapkan orang? Di hampir semua kasus ketika bertanya mengenai makna hidup, mereka berharap mendapatkan sebuah kisah. Homo sapiens adalah hewan pencerita, yang berpikir dalam kisah alih-alih angka atau grafik, dan percaya bahwa alam semesta itu sendiri bekerja seperti kisah yang menceritakan pahlawan dan penjahat, perseteruan dan penyelesaian, klimaks dan akhir bahagia. Kala mencari makna hidup, kita menginginkan kisah yang akan menjelaskan apa sesungguhnya realitas itu dan apa peran kira di drama kosmis ini. Peran isu membuat kita menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kira sendiri, dan memberi makna bagi seluruh pengalaman serta pilihan kita.
Satu kisah populer, yang selama ribuan tahun disampaikan kepada miliaran manusia yang gelisah, menjelaskan bahwa kita semua adalah bagian dari siklus abadi yang meliputi dan menghubungkan semua makhluk. Setiap makhluk memiliki fungsi yang khas untuk dipenuhi dalam siklus tersebut, Memahami makna hidup berarti memahami fungsi Anda yang khas, dan menjalani kehidupan yang baik berarti mencapai fungsi itu.
Epik Hindu Bhagavad Gita menceritakan bagaimana pangeran kesatria Arjuna mengalami keraguan ketika menghadapi perang saudara besar.
Sesudah melihat kawan kawan dan anggota keluarganya berada di pihak lawan, Arjuna ragu apakah akan melawan dan membunuh mereka, Dia mulai mempertanyakan apa itu kebaikan dan kejahatan, siapa yang memutuskannya, dan apa tujuan hidup manusia. Sri Krishna kemudian menjelaskan kepada Arjuna bahwa dalam siklus kosmis setiap makhluk memiliki "dharma" yang unik, yakni jalan yang mesti diikuti dan kewajiban yang mesti dipenuhi. Jika Anda menyadari dharma Anda, seberat apa pun jalan yang harus ditempuh, Anda akan menikmati kedamaian jiwa dan terbebas dari segala keraguan. Jika Anda menolak mengikuti dharma Anda dan mencoba menempuh jalan orang lain—atau mengembara tanpa terarah ke jalan mana pun—Anda akan mengganggu keseimbangan jagat dan tidak akan pernah mampu menemukan kedamaian atau kebahagiaan, Terlepas dari apa pun jalan dharma Anda, yang utama adalah bahwa Anda mengikutinya. Tukang cuci yang dengan setia menempuh jalan sebagai tukang cuci jauh lebih unggul dibanding pangeran yang menyimpang dari jalan dharma-nya. Sesudah memahami makna hidup, Arjuna kemudian mengikuti dharma-nya sebagai kesatria. Dia membunuh kawan dan keluarganya, memimpin pasukannya menuju kemenangan, dan menjadi salah satu pahlawan yang paling dihormati dan dicintai di dunia Hindu.
Epik Hindu Bhagavad Gita menceritakan bagaimana pangeran kesatria Arjuna mengalami keraguan ketika menghadapi perang saudara besar.
Sesudah melihat kawan kawan dan anggota keluarganya berada di pihak lawan, Arjuna ragu apakah akan melawan dan membunuh mereka, Dia mulai mempertanyakan apa itu kebaikan dan kejahatan, siapa yang memutuskannya, dan apa tujuan hidup manusia. Sri Krishna kemudian menjelaskan kepada Arjuna bahwa dalam siklus kosmis setiap makhluk memiliki "dharma" yang unik, yakni jalan yang mesti diikuti dan kewajiban yang mesti dipenuhi. Jika Anda menyadari dharma Anda, seberat apa pun jalan yang harus ditempuh, Anda akan menikmati kedamaian jiwa dan terbebas dari segala keraguan. Jika Anda menolak mengikuti dharma Anda dan mencoba menempuh jalan orang lain—atau mengembara tanpa terarah ke jalan mana pun—Anda akan mengganggu keseimbangan jagat dan tidak akan pernah mampu menemukan kedamaian atau kebahagiaan, Terlepas dari apa pun jalan dharma Anda, yang utama adalah bahwa Anda mengikutinya. Tukang cuci yang dengan setia menempuh jalan sebagai tukang cuci jauh lebih unggul dibanding pangeran yang menyimpang dari jalan dharma-nya. Sesudah memahami makna hidup, Arjuna kemudian mengikuti dharma-nya sebagai kesatria. Dia membunuh kawan dan keluarganya, memimpin pasukannya menuju kemenangan, dan menjadi salah satu pahlawan yang paling dihormati dan dicintai di dunia Hindu.
Komentar
Posting Komentar