Närada memuji Hanuman_Sri Brhad Bhagavatamrta
Närada memuji Hanuman
çré-närada uväca
çréman bhagavataù satyaà
tvam eva parama-priyaù
ahaà ca tat-priyo ’bhüvam
adya yat tväà vyalokayam
çré-näradaù uväca-Çré Närada berkata; çréman-O yang diberkati; bhagavataù-Dari Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; satyam-dalam kebenaran; tvam-kamu; eva-hanya; parama-priyaù-penyembah yang terkasih; aham-aku; ca-dan; tat-kepadaNya; priyaù-sayang; abhüvam-sudah menjadi; adya-sekarang; yat-
karena; tväm-kamu; vyalokayam-saya telah melihat.
çré närada berkata: Oh yang terberkati, sungguh engkau adalah penyembah Tuhan Yang Maha Esa yang paling disayangi! Hari ini hanya dengan melihat anda, saya juga telah menjadi tersayang oleh Tuhan.
Çré adalah dewi keberuntungan, permaisuri Dewa Viñëu. Berkahnya telah turun kepada Hanumän dalam bentuk harta karun berupa pelayanan bhakti yang murni. Seorang penyembah yang telah mendapatkan bantuan dari dewi Çré pasti akan menyenangkan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dan siapapun yang memperoleh anugerah dari penyembah çrémän seperti itu juga akan mencapai kesempurnaan yang sama.
çré-parékñid uväca
kñaëät svasthena devarñiù
praëamya çré-hanümatä
raghu-véra-praëämäya
samänétas tad-älayam
çré-parékñit uväca-çré parékñit berkata; kñaëät-dalam sekejap mata; svasthena-(oleh hanumän) yang kembali ke keadaan normalnya; deva-åñiù-para resi di antara para dewa; praëamya-bersujud; çré-hanümatä-oleh çré hanumän; raghu-véra-kepada pahlawan para raghu (penguasa rakshasa); praëämäya-untuk tujuan mempersembahkan sembah sujud; samänétaù-membawa; tat-ya; älayam-ke kuil.
çré parékñit berkata: Dalam sekejap mata, Hanumän menjadi sadar dan bersujud untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang bijak di antara para dewa. Hanumän menyambutnya dengan penuh hormat dan membawanya ke kuil Sri Rämacandra, pahlawan para Raghu, sehingga Närada dapat memberikan penghormatan.
kåtäbhivandanas tatra
prayatnäd upaveçitaù
sampattià prema-jäà citräà
präpto véëäçrito ’bravét
kåta-abhivandanaù-setelah memberikan penghormatan; tatra-sana; prayatnät-dengan hati-hati; upaveçitaù-duduk; sampattim-keberuntungan; premajäm-terlahir dari cinta kasih yang murni kepada Tuhan; citräm-mengagumkan; präptaù-memperoleh; véëä-ya véëä-nya; äçritaù-mengambil; abravét-ia berkata.
Närada memberikan penghormatan kepada Tuhan di kuil Hanumän, dan Hanumän dengan hati-hati mengatur agar Närada dapat duduk. Närada merasa bahwa ia telah mendapatkan harta karun yang luar biasa yang lahir dari cinta kasih yang murni kepada Tuhan. Ia mengambil véëä-nya dan berbicara.
Setelah mempersembahkan sembah sujud kepada Sri Rämacandra, Närada merasakan beberapa ekstasi, yang tanpa sadar muncul di tubuhnya seperti gemetar, berkeringat, ngeri, dan suaranya tercekat. Dalam kondisi seperti itu, ia mulai memainkan véëä-nya tetapi tidak dapat menghasilkan satu nada pun. Sebaliknya, ia mulai bersandar pada véëä, karena takut akan jatuh ke tanah.
çré-närada uväca
satyam eva bhagavat-kåpä-bharasyäspadaà nirupamaà bhavän param
yo hi nityam ahaho mahä-prabhoç
citra-citra-bhajanämåtärëavaù
çré-näradaù uväca-Çré Närada berkata; satyam-ya; eva-memang; bhagavat-kåpä-karunia Tuhan Yang Maha Esa; bharasya-kelimpahan; äspadam-penerima; nirupamam-tak tertandingi; bhavän-diri Anda yang baik; param-paling utama; yaù-siapa; hi-tentu saja; nityam-selamanya; ahaho-ah; mahä-prabhoù-dari Tuhan Yang Maha Esa; citra-citra-baru dan lebih baru; bhajana-amåta-penyembahan yang penuh sukacita; arëavaù-sebuah samudra.
çré närada berkata: Ya, Anda adalah penerima karunia Tuhan Yang Maha Kuasa yang terbesar. Tidak ada seorangpun yang bisa menandingimu. Ah! Engkau selalu tenggelam dalam samudra penyembahan yang penuh sukacita kepada Tuhan, menikmatinya sebagai sesuatu yang lebih baru dan lebih baru lagi setiap saat.
Prema-bhakti-rasa disebut amåta karena ia menghancurkan penyakit keberadaan material dan sangat manis. Hanumän selalu berenang di lautan nektar seperti itu.
däsaù sakhä vähanam äsanaà dhvajacchatraà vitänaà vyajanaà ca vandé mantré bhiñag yodha-patiù sahäya-
çreñöho mahä-kérti-vivardhanaç ca
däsaù-pelayan; sakhä-teman; vähanam-pembawa; äsanam-kursi; dhvaja-bendera; chatram-payung; vitänam-kanopi; vyajanam-kipas angin; ca-dan; vandé-penyair; mantré-penasihat; bhiñak-ahli pengobatan; yodha-patiù-jenderal; sahäya-para penolong; çreñöhaù-paling baik; mahä-kérti-dari kemuliaan yang agung; vivardhanaù-memperluas; ca-dan.
Engkau adalah hamba Tuhan, sahabat-Nya, pembawa-Nya, tempat duduk-Nya, bendera-Nya, payung-Nya, kanopi-Nya, kipas-Nya. Engkau adalah penyair-Nya, penasihat-Nya, dokter-Nya, jendral-Nya, penolong-Nya yang terbaik, penyebar kemuliaan-Nya yang tak terbatas.
Di sini Närada meringkas deskripsi Prahläda tentang kemuliaan Hanumän. Hanumän melayani Sri Rämacandra dengan berbagai cara. Sebagai teman Tuhan, ia menikmati kepercayaan dan kasih sayang Tuhan. Jika Hanumän tidak memiliki hubungan khusus dengan Sri Räma, maka Sri Rama tidak akan pernah mengutusnya ke Laìkä untuk menyampaikan pesan-Nya dan cincin-Nya kepada Sétä. Seperti halnya sebuah bendera perang, Hanumän selalu berdiri di sisi Rama. Ia begitu tinggi sehingga semua orang dapat melihatnya bahkan dari jarak yang sangat jauh. Dengan melihat Hanumän pertama kali dari jauh, seseorang dapat mengetahui bahwa Sri Rämacandra telah hadir. Dan ketika Hanumän berfungsi sebagai kendaraan Sang Dewa, ekornya yang besar melambai-lambai di belakang seperti bendera. Ekor yang sama juga berfungsi sebagai payung kerajaan, kanopi tabir surya, dan kipas angin. Dalam perannya sebagai penyair Tuhan, Hanumän menyanyikan kemuliaan Tuhan untuk menyenangkan hati-Nya. Terkadang Hanumän juga melakukan pelayanan medis, mengobati luka-luka di medan perang.
Dengan demikian Hanumän adalah yang paling mahir dari semua asisten monyet Sri Rama.
samarpitätmä parama-prasäda-bhåt
tadéya-sat-kérti-kathaika-jévanaù
tad-äçritänanda-vivardhanaù sadä
mahat-tamaù çré-garuòädito ’dhikaù
samarpita-ätmä-yang telah sepenuhnya menyerahkan diri; parama-penghargaan; prasäda-kepuasan; bhåt-pembawa; tadéya-NYA; sat-transendental; kérti-dari kemuliaan; kathä-pembicaraan; eka-hanya; évanaù-yang hidup; tat-olehNya; äçrita-yang terlindung; änanda-kekaguman; vivardhanaù-yang meningkat; sadä-selalu; mahat-tamaù-yang terbaik dari para orang suci; çré-garuòa-äditaù-daripada Garuòa dan yang lainnya; adhikaù-lebih besar.
setelah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, setelah menerima belas kasihNya yang tertinggi, setelah mendedikasikan hidupmu untuk topik-topik kemuliaan transendentalNya, engkau selalu meningkatkan kebahagiaan para bhakta yang dinaungi olehNya.
Engkau adalah orang suci yang terbaik, bahkan lebih baik dari yang lain seperti garuòa. hanumän menggunakan semua indera dan kemampuannya untuk melayani Tuhan Rämacandra. Tidak ada yang lebih disayangi olehnya selain pelayanan itu. Ia tidak memiliki kemelekatan pada tubuhnya atau apapun yang berhubungan dengan tubuhnya. tetapi kemuliaan murni dari Tuhan Rämacandra yang ia sayangi melebihi kehidupan itu sendiri. Seandainya ia tidak dapat mendengar dan mengucapkan kemuliaan-kemuliaan tersebut ketika terpisah dari junjungannya, maka ia akan mati seketika. Memang, sudah diketahui bahwa dimanapun räma-kathä diucapkan, hanumän akan datang untuk mendengarkannya. Ia berusaha keras untuk meningkatkan kebahagiaan para penyembah rämacandra, baik di jaman dahulu maupun di jaman sekarang ini. Di antara para pelayan pribadi junjungan yang paling agung, hanumän merupakan pelayan yang paling agung, bahkan lebih agung daripada garuòa.
vaiñëava yämunäcärya älabandaru yang agung berkata:
däsaù sakhä vähanam äsanaà dhvajo
yas te vitänanaà vyajanaà trayé-mayaù
upasthitaà te purato garutmatä
tvad-aìghri-sammardakiëäìka-çobhinä
Anda, Hanumän, adalah hamba Tuhan, teman, pembawa, tempat duduk, bendera, kanopi, dan kipas. Engkau mewujudkan ketiga Veda. Bahkan di hadapan Garuòa, engkau dianugerahi kehormatan untuk memijat kaki Tuhan." (Stotra-ratna 41)
aho bhavän eva viçuddha-bhaktimän
paraà na sevä-sukhato ’dhimanya yaù
imaà prabhuà väcam udära-çekharaà
jagäda tad-bhakta-gaëa-pramodiném
aho-oh; bhavän-diri Anda yang baik; eva-sungguh; viçuddha-murni sekali; bhakti-män-pemilik bhakti; param-lainnya; na-bukan; sevä-untuk melayani; sukhataù-dari pada kesenangan; adhimanya-mempertimbangkan berharga; yaù-siapa; imam-ini; prabhum-kepada Tuhan; väcam-kata-kata; udära-dari orang-orang yang murah hati; çekharam-pada permata lambang; jagäda-kau berbicara; tat- Nya; bhakta-gaëa-kepada semua bhakta; pramodiném-yang memberikan kegembiraan.
Sungguh, pengabdianmu kepada Tuhan benar-benar murni, karena engkau tidak menganggap ada yang lebih berharga daripada kesenangan dalam melayaninya. Engkau menggembirakan semua bhaktaNya dengan mengucapkan kata-kata ini kepada Tuhan yang paling dermawan itu:
Çré Rämacandra adalah Tuhan yang paling dermawan, siap mengorbankan segalanya untuk para penyembah-Nya. Syair berikut yang diucapkan oleh Hanumän menyenangkan para penyembah Tuhan karena mengungkapkan keinginan eksklusif untuk melayani Tuhan, dan penghinaan terhadap pembebasan impersonal.
bhava-bandha-cchide tasyai
spåhayämi na muktaye
bhavän prabhur ahaà däsa
iti yatra vilupyate
bhava-keberadaan material; bandha-belenggu; chide-yang menghancurkan; tasyai-untuk itu; spåhayämi na-saya tidak menginginkannya; muktaye-untuk pembebasan; bhavän-Mu; prabhuù-tuan; aham-aku; däsaù-pelayan; iti-dengan demikian; yatra-di mana; vilupyate-hilang.
"Meskipun pembebasan menghancurkan belenggu keberadaan material, saya tidak memiliki keinginan untuk pembebasan, di mana saya akan lupa bahwa Engkau adalah tuan dan saya adalah hamba-Mu."
Sumber dari syair terkenal ini tidak diketahui. Dalam Çré Bhakti-rasämåtasindhu (1.2.49), Çréla Rüpa Gosvämé mengutipnya hanya sebagai prasiddhaà çré-hanumad-väkyam, "pernyataan terkenal dari Hanumän.”
Komentar
Posting Komentar